[PRESS RELEASE] Build Your Unicorn Startup
Wed, 07 Nov 2018 || By Admin CfDS

Indonesia menjadi salah satu negara dengan trend pertumbuhan startup terbesar di dunia. Para generasi muda yang rata-rata merupakan generasi millenial antusias degan startup dan sekarang mendirikan startup bagi anak millenial menjadi fenomena yang booming. Di tahun 2018 sendiri Indonesia sudah memiliki empat unicorn startup yakni startup dengan valuasi lebih dari 1 milliar US dolar. Hadirnya Unicorn merupakan bukti bahwa ekosistem startup sebuah negara telah berjalan dengan baik dan kompetitif, sekaligus menunjukkan kemampuan manajerial dan semangat kewirausahan yang tinggi dari para founders (pendiri startup).

            Pada event Digitalk 15 Oktober 2018 CfDS berkesempatan mengundang Ash Ali seorang Unicorn maker, growth hacker dan expertise startup berkebangsaan Inggris. Ash Ali mengawali karirnya dari membangun sebuah web yang bertempat di loteng rumahnya. Ash mendirikan Just Eat pada 2007, yakni startup yang berfokus pada pemesanan dan pengantaran makanan online. Just Eat melakukan IPO pada 2014 dan memperoleh valuasi sebesar 1, 5 miliar Poundsterling. Keberhasilan Ash Ali menjadi growth hacker, yaitu marketer yang berhasil meretas pertumbuhan startup menjadi pesat dituangkan dalam bukunya yang berjudul The Unfair Advantages.

            Ash Ali memaparkan mengenai lima hal yang harus dipahami founders startup untuk dapat mendirikan startup yang berpotensi menjadi Unicorn, yakni know thy customer, yakni mengetahui customer seperti apakah yang akan menjadi target dari startup, kemudian Go where your customers go, yakni untuk menuju ke arah dan keinginan yang dituju oleh pelanggan atau customers. Setelah itu kita harus memahami how to be creative yakni ide-ide kreatif yang bisa diterapkan untuk lebih dikenali customers dengan mudah, Ash mencontohkan Just Eat yang dahulu melakukan promosi dengan menempelkan stiker di kaca depan restoran, sebuah langkah mudah namun efektif untuk menyebarkan merk Just Eat. Know your numbers, Untuk dapat mengetahui potensi pasar dengan baik maka founders harus dapat memahami data statistik secara komprehensif (data driven), dan juga harus mampu membuat keputusan yang dinamis berdasarkan data (data influenced), disamping itu diperlukan pula insting bisnis dalam membaca peluang yang bagus. Terakhir adalah mengenai growth culture and mindset yang dimiliki founders yakni kemampuan berpikir untuk berkembang dan dapat belajar dari kesalahan.

            The Unfair Advantages sendiri berisi mengenai MILES framework yakni Money, Intelligence, Location and Luck, Education and Expertise, dan Status. Kelima hal tersebut adalah faktor-faktor yang berpengaruh bagi kesuksesan dan keberhasilan sebuah startup. Money adalah faktor uang dimana kecerdasan untuk mendapatkan dana, mengelola dana dan membelanjakannya untuk pengembangan startup merupakan faktor mutlak yang harus dimiliki entrepreneur. Intelligence yang dibicarakan Ash bukan hanya tentang kecerdasan intelektual akademis, namun juga kecerdasan intelektual emosional dimana para figur teknologi seperti Steve Jobs, Bill Gates, Mark Zuckerberg dll memilikinya juga. Location and luck adalah tentang posisi geografis dan keberuntungan yang terkait dengan kesempatan untuk sukses, misalnya Ash yang terlahir di UK meskipun berdarah Pakistan dan banyak kerabatnya masih berdomisili di Pakistan. Education and expertise adalah faktor pendidikan dan keahlian yang dimiliki, Ash menekankan mengenai self-education sebagai pendidikan terbaik bagi entrepreneur startup. Status terkait dengan bagaimana seorang pendiri startup direkognisi oleh lingkungan, terutama oleh ekosistem startup.

            Secara keseluruhan dari materi bagaimana membangun startup Unicorn yang disampaikan oleh Ash sangat menarik. “Hal yang paling penting adalah mengetahui siapa dirimu dan akan menjadi apakah dirimu nantinya” pungkas Ash Ali mengakhiri sesi materi dan kemudian dilanjutkan dengan sesi pertanyaan.