Tamu yang Tak Diundang? Ancaman Zoombombing dan Pencegahannya

Januari 14, 2021 7:45 am || By

Sejak pandemi Covid-19 melanda, negara-negara di dunia telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk memutus penyebaran virus. Salah satunya adalah dengan menutup kantor. Akibatnya, banyak orang di seluruh dunia terpaksa beralih untuk bekerja dari rumah (WFH). Jika sebelumnya kita hadir ke sebuah rapat secara fisik, kini kita dapat menghadiri rapat secara virtual menggunakan berbagai aplikasi seperti Google Meet, Microsoft Teams, Webex, Zoom, dan lain-lain.

Namun, melaksanakan rapat secara virtual juga tidak terbebas dari masalah. Zoombombing adalah salah satu ancaman yang belakangan ini tengah naik daun. Mulai dari rapat virtual kecil hingga acara keagamaan yang dihadiri ratusan orang secara virtual, semua dapat menjadi target zoombombing jika tidak berhati-hati. Lantas, apa itu zoombombing?

Apa Itu Zoombombing?

Singkatnya, zoombombing adalah ketika seseorang masuk ke sebuah pertemuan virtual dengan tujuan untuk membuat onar. Para zoombomber dapat mengacaukan sebuah pertemuan virtual dengan melakukan onar seperti mengunggah konten-konten pornografi, konten-konten yang berbau hate speech (ujaran kebencian) atau perbuatan yang tidak menyenangkan lainnya. Praktik zoombombing itu sendiri dapat dikategorikan sebagai tindakan trolling di internet. Trolling adalah istilah untuk perbuatan yang sengaja dilakukan untuk mengganggu orang lain di dunia maya[i].

Sementara itu, istilah zoombombing terdiri dari kata “Zoom” – sebuah aplikasi untuk videoconference, dan “bombing” – istilah yang kurang lebih berarti muncul tanpa diundang. Sementara itu, zoombomber adalah seseorang yang melakukan zoombombing. Zoombombing tidak harus terjadi di Zoom, namun bisa juga terjadi di aplikasi-aplikasi untuk videoconference lainnya.

Mengapa Belakangan Ini Kejadian Zoombombing Semakin Sering?

Praktik zoombombing sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, zoombombing terjadi semakin sering karena melonjaknya penggunaan aplikasi untuk videoconference. Sebagaimana kita sudah tahu, penggunaan aplikasi untuk videoconference meningkat tajam karena dilaksanakannya kebijakan WFH untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Peningkatan jumlah pengguna aplikasi-aplikasi untuk videoconference amatlah tajam. Menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Sensor Tower, pada Januari 2020, tidak ada satu pun aplikasi videoconference yang masuk daftar 10 aplikasi yang paling banyak diunduh di telepon seluler di dunia[ii]. Namun, Covid-19 mengubah segalanya. Setelah Covid-19 menyebar ke berbagai negara, penggunaan aplikasi videoconference meningkat drastis.

Dalam laporan lain yang dirilis oleh Sensor Tower, dari 10 applikasi yang paling banyak diunduh di telepon seluler di dunia, 3 diantaranya adalah aplikasi untuk videoconference pada April 2020[iii]. Ketiga aplikasi tersebut adalah Zoom, Google Meet dan Microsoft Teams[iv]. Zoom bertengger di peringkat pertama, Google Meet di peringkat ke-8 dan Microsoft Teams di peringkat ke-10[v].

Peningkatan ini tentu saja menguntungkan perusahaan-perusahaan pembuat aplikasi videoconference. Pada Maret 2020, Zoom telah mencapai 300 juta partisipan meeting harian, naik dari 10 juta pada Desember 2019[vi]. Selain itu, Webex, aplikasi videoconference dari Cisco, juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pada Maret 2020, Webex telah dipakai 324 juta pengguna, naik dari 152 juta pada bulan Januari[vii]. Aplikasi-aplikasi videoconference lainnya juga umumnya mengalami kisah serupa. Dengan peningkatan jumlah penggunaan aplikasi videoconference yang meningkat secara masif, tentu wajar saja kalau kejadian zoombombing juga ikut meningkat.

Bagaimana Caranya Mencegah Zoombombing?

FBI telah memberikan beberapa rekomendasi untuk mencegah terjadinya zoombombing[viii]. Pertama, sang host dari sebuah videoconference hanya boleh membagikan link dan password dari videoconference tersebut kepada para partisipan secara pribadi, seperti melalui email atau chat pribadi. Sang host sebaiknya jangan membagikan link dan password videconference ke media sosial atau platform mana pun yang bisa dilihat oleh publik. Kedua, sang host juga dapat menggunakan waiting room virtual, hingga dapat memilih siapa saja yang boleh masuk ke videoconference dan siapa yang tidak.

Ketiga, jika seluruh partisipan yang diundang sudah masuk ke videoconference, ada baiknya untuk mengunci videoconference, sehingga orang lain tidak dapat masuk. Sang host harus memastikan kalau tidak ada orang yang masuk ke videoconference sebelum sang host sendiri. Keempat, sang host juga sebaiknya tidak memberi orang lain akses untuk melakukan share screen, kecuali host itu sendiri. Dengan demikian, para zoombombers tidak bisa mengunggah foto atau video yang tidak diinginkan ke shared screen.

Jika zoombombing terjadi, maka ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan oleh sang host. Sang host dapat menghapus seseorang dari sebuah videoconference dan memblokirnya supaya tidak masuk lagi. Langkah lain yang lebih ketat dapat juga dilakukan untuk mencegah zoombombing terjadi lagi, seperti mematikan audio partisipan (hingga menjadi mute), mematikan kamera partisipan, menghapus fitur chatting, dan membuat partisipan tidak bisa mengunggah file. Dan tentu saja yang tidak kalah penting, sang host perlu untuk melakukan update secara rutin dan menggunakan aplikasi videoconference versi terbaru. Para software developer aplikasi videoconference selalu bekerja keras untuk meningkatkan keamanan aplikasi mereka. Untuk sekarang, videoconference telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan, pekerjaan, dan bahkan kehidupan sosial kita. Maka itu, kita harus selalu berusaha supaya videoconference kita semakin aman, terutama dari para zoombomber.


[i] Cambridge Dictionary. 2020. Trolling. Accessed September 30, 2020. https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/trolling.

[ii] Freier, Anne. 2020. TikTok Was Most Downloaded Non-Gaming App at the Start of 2020. Accessed September 10, 2020. https://www.businessofapps.com/news/tiktok-was-most-downloaded-non-gaming-app-at-the-start-of-2020/.

[iii] Rasool, Aqsa. 2020. The Top 10 Most Downloaded Apps Worldwide in the Past Month Includes Some Unusual Entries. Accessed October 1, 2020. https://www.digitalinformationworld.com/2020/05/the-top-10-most-downloaded-apps-worldwide-in-the-past-month-includes-some-unusual-entries.html#.

[iv] Ibid

[v] Rasool, Aqsa. 2020. The Top 10 Most Downloaded Apps Worldwide in the Past Month Includes Some Unusual Entries. Accessed October 1, 2020. https://www.digitalinformationworld.com/2020/05/the-top-10-most-downloaded-apps-worldwide-in-the-past-month-includes-some-unusual-entries.html#.

[vi] Zoom. 2020. Annual Report: Fiscal 2020. San Jose: Zoom.

[vii] Botifoll, Jordi. 2020. Excecutive Platform: Easing the Everyday Challenges of Sheltering in Place. Accessed October 1, 2020. https://blogs.cisco.com/news/easing-the-everyday-challenges-of-sheltering-in-place.

[viii] Setera, Kristen. 2020. FBI Warns of Teleconferencing and Online Classroom Hijacking During COVID-19 Pandemic. Accessed October 1, 2020. ttps://www.fbi.gov/contact-us/field-offices/boston/news/press-releases/fbi-warns-of-teleconferencing-and-online-classroom-hijacking-during-covid-19-pandemic?__cf_chl_jschl_tk__=fa4eaa9079a21d424094782c99022543633210da-1601559328-0-AQ1GA5dsCHbBQTv5ZaEO_fur.

Tags: