“Saya Tidak Mau Divaksin!”: Jurnalisme Daring dan Ketidakpercayaan Publik

Maret 9, 2021 12:28 am || By

Kerugian pandemi COVID-19 mendesak pemerintah untuk mempercepat pengadaan vaksin. Namun saat program vaksinasi dilaksanakan, mengapa ada yang masih ragu untuk divaksin?[i] Pembatasan sosial berskala besar berdampak pada meningkatnya ketergantungan publik terhadap media daring seperti portal berita.[ii][iii] Berdasarkan data alexa, Okezone.com adalah halaman web terpopuler di Indonesia.[iv] Jajaran web terpopuler lain juga didominasi oleh portal berita. Berdasarkan popularitas tersebut, wajar apabila masyarakat berekspektasi tinggi pada kualitas pemberitaan mereka,khususnya mengenai COVID-19.Namun apakah ekspektasi tersebut sudah dipenuhi, mengingat masih adanya ketidakpercayaan publik terhadap vaksin?

Figur 1 menunjukkan halaman web paling populer di Indonesia*
Sumber:  https://www.alexa.com/topsites/countries/ID

Menurut Kovach dan Rosenstiel, ada 10 elemen jurnalisme, yaitu: 1) Kewajiban nomer satu jurnalisme adalah kepada kebenaran, 2) Kesetiaan nomer satu jurnalisme adalah kepada masyarakat, 3) Esensi jurnalisme adalah disiplin dalam verifikasi, 4) Praktisi jurnalisme harus independen dari subyek/obyek yang mereka bahas, 5) Jurnalisme harus dapat menjadi kanal pengawasan kekuasaan yang independen, 6) Jurnalisme harus dapat menyediakan forum untuk kritik publik dan berkompromi, 7) Jurnalisme harus signifikan, menarik dan relevan, 8) Jurnalisme harus komprehensif dan proporsional, 9) Praktisi harus diperbolehkan untuk berperilaku sesuai dengan hati nurani masing-masing dan 10) Masyarakat juga memiliki hak dan kewajiban terhadap berita.[v] Mengamati perkembangan portal berita terkini, deskripsi elemen-elemen tersebut telah disesuaikan oleh Kovach dan Rosenstiel supaya selaras dengan isu-isu jurnalisme modern, contohnya masyarakat sekarang diharapkan untuk lebih terlibat dan bertanggung jawab terhadap berita.[vi]

Walaupun banyak yang menilai bahwa elemen-elemen tersebut terlalu idealis, artikel ini merasa bahwa elemen tersebut cukup relevan untuk diimplementasikan dalam menganalisis jangkauan reliabilitas karya jurnalisme.[vii] Selain itu, untuk meningkatkan reliabilitas tersebut, layout atau penempatan berita harus bisa menyampaikan informasi penting secara efisien dan efektif.[viii] Namun apakah portal berita di Indonesia sudah reliabel? Setelah menganalisis tiga portal berita terpopuler di Indonesia, yaitu Okezone, Tribunnews dan Detik, artikel ini menyimpulkan bahwa portal berita di Indonesia belum reliabel, terutama dalam menyampaikan informasi vaksin COVID-19 (Lihat Figur 1).[ix] Alasannya adalah sebagai berikut.

Pertama, penempatan informasi COVID-19, terutama mengenai vaksin, tidaklah strategis. “Tidak strategis” disini berkaitan dengan bagaimana informasi yang dibutuhkan tersebut tidak diletakkan di lokasi yang dapat dengan mudah dilihat dan diakses oleh pembaca sehingga tidak mendapatkan prioritas klik yang banyak.[x] Ini dapat dilihat melalui tiga halaman web berita tersebut sebagai berikut: 1) Di halaman utama Okezone, dapat dilihat bahwa informasi COVID-19 tidak memiliki tab eksklusifnya sendiri (Lihat Figur 2.1). Walaupun topik COVID-19 beberapa kali muncul di bagian headline, hal tersebut tidak menjamin topik COVID-19 akan muncul secara reguler (Lihat Figur 2.2). Lalu, walaupun ada tab kecil di bagian kanan halaman tersebut, hal ini tidak cukup menarik perhatian pembaca (Lihat Figur 2.3). Di sisi lain, topik lifestyle (gaya hidup) dan hiburan malah memiliki tab eksklusif menarik yang dapat diakses pembaca di bagian kiri halaman utama (Lihat Figur 2.4). 2) Di Tribunnews, walaupun sudah ada tab eksklusif untuk informasi COVID-19, tab tersebut cenderung lebih kecil dari pada tab topik lainnya sehingga lebih sulit dilihat oleh pembaca (Lihat Figure 3.1). Seperti Okezone, walaupun mereka meletakkan berita COVID-19 di headline, pemberitaan dengan topik tersebut tidak dilakukan secara rutin (Lihat Figur 3.2). 3) Di Detik, mirip dengan Okezone, mereka hanya menyediakan tab kecil yang memberikan informasi jumlah kasus COVID-19 di halaman utamanya (Lihat Figur 4.1). Walaupun mereka menyediakan tautan di tab tersebut yang mengarahkan pembaca ke halaman yang lebih komprehensif mengenai COVID-19, peletakan tab dan tautan tersebut terlalu kecil untuk mendapat perhatian pembaca. Dan mirip dengan dua portal sebelumnya, headline Detik tidak menjamin pemberitaan COVID-19 terjadi secara rutin (Lihat Figur 4.2).

Masalah Layout/Penempatan Berita di Okezone (Sumber: Okezone.com)

Figur 2.1 Menunjukkan tidak adanya tab eksklusif untuk berita COVID-19 di Okezone
Figur 2.2 Menunjukkan bagaimana bagian Headline di Okezone tidak menjamin adanya pemberitaan reguler mengenai vaksin COVID-19
Figur 2.3 Menunjukkan bahwa tab informasi COVID-19 di halaman utama Okezone hanya menunjukkan data-data jumlah kasus
Figur 2.4 Menunjukkan bagaimana tab-tab ekslusif di bagian kiri halaman utama Okezone tidak memasukkan topik berita COVID-19 secara khusus

Masalah Layout/Penempatan Berita di Tribunnews (Sumber: Tribunnews.com)

Figur 3.1 Menunjukkan bagaimana tab untuk topik COVID-19 di Tribunnews cenderung kecil dibandingkan dengan tab topik lainnya
Figur 3.2 Menunjukkan bagaimana bagian Headline di Tribunnews tidak menjamin pemberitaan COVID-19

Masalah Layout/Penempatan Berita di Detik (Sumber: Detik.com)

Figur 4.1 Menunjukkan bagaimana tab informasi COVID-19 di Detik lebih fokus pada data numerik jumlah kasusnya
Figur 4.2 Menunjukkan bagaimana bagian Headline di Detik tidak menjamin pemberitaan COVID-19 secara reguler

            Kedua, walaupun ada berita-berita yang ditulis dengan baik mengenai vaksin COVID-19, artikel-artikel yang mendapatkan perhatian publik kebanyakan berkaitan dengan selebriti. Bahkan berita mengenai COVID-19 pun tidak luput dari keterkaitan tersebut.

Contohnya; 1)         Pada tanggal 27 Januari 2021, berita yang paling populer di Okezone adalah mengenai Donna Agnesia yang mendapatkan hasil tes positif COVID-19. Apabila berita tersebut lebih fokus dengan bagaimana ia mendapatkan virus COVID-19 dan protokol-protokol kesehatan yang berkaitan, mungkin berita tersebut bisa dinilai informatif. Namun berita tersebut justru fokus ke bagaimana pasangan Donna berdoa untuk kesembuhannya.[xi] Selain itu, berita lainnya yang menempati status terpopuler di Okezone kebanyakan berkaitan dengan hiburan dan kehidupan selebriti (Lihat Figur 5.1); 2) Di Tribunnews, walaupun topik COVID-19 masuk ranking terpopuler, dibandingkan topik lain, COVID-19 mempati peringkat terakhir (Lihat Figur 5.2). Sedangkan daftar peringkat didominasi topik-topik mengenai selebriti (Lihat Figur 5.2). 3) Di Detik, walaupun tag topik mengenai COVID-19 diklaim sebagai yang paling populer, pada kenyataannya di ranking popularitas, topik yang mendominasi adalah selebriti dan hiburan (Lihat Figur 5.3). Pada tanggal 31 Januari 2021, hanya 4 dari 20 berita paling populer bertemakan COVID-19, Dan berita-berita tersebut tidak berfokus kepada informasi-informasi krusial mengenai COVID-19 (kebanyakan mengenai jumlah kasus dan tokoh-tokoh yang terkena COVID-19) (Lihat Figur 5.3).

Masalah Popularitas Topik COVID-19 di Portal Berita (Sumber: Okezone.com, Tribunnews.com, Detik.com, sesuai deskripsi figur)

Figur 5.1 Menunjukkan bagaimana rank popularitas di Okezone didominasi berita selebriti
Figure 5.2 Menunjukkan bagaimana di Tribunnews, topik COVID-19 menempati peringkat terakhir “topik populer”
Figur 5.3 Menunjukkan bagaimana di Detik, walaupun tag vaksin COVID-19 adalah bagian dari yang paling populer, daftar artikel terpopuler menunjukkan sebaliknya. Dari atas ke bawah, gambar kiri menunjukkan rank 1-7. Gambar tengah menunjukkan rank 8-14. Gambar kanan menunjukkan rank 15-20.

            Sejauh ini, berdasarkan paparan mengenai layout dan popularitas topik COVID-19 dan vaksin, mungkin ada yang berargumen bahwa permasalahan ada di ketertarikan masyarakat Indonesia. Argumen tersebut mungkin valid, namun ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Pertama, walaupun mungkin benar bahwa topik COVID-19 tidak sepopuler topik lainnya, tidak dapat dipungkiri pula bahwa layout portal berita lah yang mungkin berdampak kepada tidak di kliknya berita-berita COVID-19. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, peletakan berita COVID-19 tidaklah strategis, hal tersebut membuat berita COVID-19 tidak seterlihat berita lainnya. Kedua, pada kasus-kasus dimana layout dinilai sudah cukup strategis, pembahasan berita COVID-19 tersebut mungkin tidak sebegitu menarik untuk pembaca. Contohnya, apabila judul berita sudah dengan lengkap menggambarkan isi berita, seperti “Tokoh A meninggal karena COVID-19” atau “Jumlah kasus COVID-19 meningkat lagi.” Ketiga, walaupun beberapa orang mungkin masih berargumen bahwa esensi permasalahan ada di ketidak tertarikan publik terhadap topik COVID-19, portal-portal berita masih memiliki kewajiban untuk membuat pemberitaan yang informatif tersebut menarik. Dibandingkan berita selebriti, COVID-19 adalah topik yang jauh lebih penting, terutama sekarang saat ketidakpercayaan publik terhadap vaksin terlihat sangan dominan. Informasi mengenai vaksin harus bisa disampaikan kepada publik secara efektif, namun portal berita belum melakukan tanggung jawab tersebut dengan baik.

            Lalu, bagaimana semua ini berkaitan dengan ketidakpercayaan publik terhadap program vaksinasi di Indonesia? Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pembatasan sosial telah mendongkrak popularitas ranah siber, termasuk pula portal berita. Maka wajar saja apabila, di tengah kebingungan mengenai informasi COVID-19, portal berita menjadi target nomer satu publik untuk informasi tersebut. Walaupun cukup valid untuk mengatakan bahwa publik seharusnya menyasar halaman web resmi pemerintah untuk mencari informasi, halaman web resmi pemerintah, bukanlah sumber berita yang sesuai dengan elemen-elemen jurnalisme yang disebutkan sebelumnya, terutama berkaitan dengan independensi jurnalis. Di sisi lain, portal berita belum siap menyampaikan informasi mengenai vaksin dengan baik. Lalu, apa yang dapat ditingkatkan? Pertama, peletakan topik COVID-19, terutama tentang vaksin, harus lebih strategis dibandingkan dengan topik-topik lain yang kurang penting seperti “gaya hidup selebriti.” Kedua, kualitas artikel COVID-19 harus lebih menarik, komprehensif dan mudah dipahami, jangan hanya memaparkan data jumlah pasien atau selebriti mana yang terkena COVID-19.

*Bagan diambil pada tanggal 31 Januari 2021, dimana kompas.com menempati peringkat popularitas yang lebih tinggi dari detik.com. Namun penulisan artikel dimulai dari tanggal 27 Januari, dimana detik.com masih menempati posisi yang lebih tinggi dari kompas.com.

Penulis: Mira Ardhya Paramastri
Penyunting: Amelinda Pandu Kusumaningtyas

Referensi


[i] Al Jazeera. (2021). Vaccine hesitancy rises in Indonesia amid COVID-19 pandemic. Retrieved from https://www.aljazeera.com/news/2021/1/4/vaccine-hesitancy-rises-in-indonesia-amid-covid-19-pandemic

[ii] Elfira, T.C. (2020).  APJII: The COVID-19 Pandemic Increases Internet Users In Indonesia By Nearly 200 Million. Retrieved from https://voi.id/en/teknologi/19331/apjii-the-covid-19-pandemic-increases-internet-users-in-indonesia-by-nearly-200-million

[iii] Kemp, S. (2020). DIGITAL 2020: INDONESIA. Retrieved from https://datareportal.com/reports/digital-2020-indonesia

[iv] Alexa. (2021). Top Sites in Indonesia. Retrieved from https://www.alexa.com/topsites/countries/ID

[v] American Press Institute. (2021). The elements of journalism. Retrieved from https://www.americanpressinstitute.org/journalism-essentials/what-is-journalism/elements-journalism/

[vi] Ibid.

[vii] Ekeanyanwu, N.T. (2013). Review of the Book Elements of Journalism by Kovach, B., & Rosenstiel, T. Covenant Journal of Communication (CJOC), 1(2), 196-201. Retrieved from https://www.academia.edu/5629536/The_Elements_of_Journalism_BILL_KOVACH_AND_TOM_ROSENSTIEL

[viii] Gruszynski, A., Damasceno, P., Sanseverino, G., & Bandeira, A.D.R. (2016). NEWSPAPER DESIGN: professional skills from print to multi-platform. Brazilian Journalism Research, 12(3), p. 36. DOI: 10.25200/BJR.v12n3.2016.906

[ix] Alexa. (2021). Top Sites in Indonesia. Retrieved from https://www.alexa.com/topsites/countries/ID

[x] Gruszynski, A., Damasceno, P., Sanseverino, G., & Bandeira, A.D.R. (2016). NEWSPAPER DESIGN: professional skills from print to multi-platform. Brazilian Journalism Research, 12(3), p. 42. DOI: 10.25200/BJR.v12n3.2016.906

[xi] Tribuana, L. (2021). Donna Agnesia Positif Covid-19, Darius Sinathrya: Cepat Sembuh, Kita Tunggu di Rumah. Retrieved from https://celebrity.okezone.com/read/2021/01/26/33/2351149/donna-agnesia-positif-covid-19-darius-sinathrya-cepat-sembuh-kita-tunggu-di-rumah

Tags: