[Agen Damai] Berbagai Rupa Wajah Perundungan Siber

Maret 23, 2021 1:46 pm || By

Aku, kamu, dia, dan mereka bisa kapan pun dan di mana pun menjadi korban atau pelaku dari tindakan cyberbullying atau perundungan siber. Seringnya, perundungan siber dapat menggiring orang di luar dari kelompok tertentu untuk ikut merundung korban.

Dalam beberapa kasus, misalnya saja kasus Audrey yang sempat ramai terutama di jagat Twitter dengan tagar JusticeForAudrey, melibatkan berbagai pihak yang membela Audrey dan mengutuk tindakan yang dilakukan perundung. Tanpa sadar, warga Twitter tersebut juga sebenarnya sudah melakukan perundungan siber. 

Awalnya memang geram dengan perbuatan perundung, kok, malah berakhir ikut jadi pelaku ya? Siapa sih yang tidak geram ketika pertama kali mendengar kasus ini? Tapi kita juga harus bijak menyikapinya, ya, kan, Agen Damai?

Agar semakin bijak dan tidak terjebak pada kejadian serupa, Agen Damai perlu tahu nih bentuk-bentuk perundungan siber. Ternyata enggak cuma ada satu atau dua. Kita akan membahas lima di antaranya.

  1. Harassment atau Pelecehan

Agen Damai pasti sudah tidak asing dengan bentuk perundungan siber yang satu ini. Pelecehan dapat dilakukan melalui penyebaran tulisan atau gambar terutama di media sosial. 

Dari kasus Audrey, beberapa cuitan dari warga Twitter–yang bisa dikatakan ucapan kasar–dapat dikategorikan ke dalam perundungan siber ini. Sebenarnya warga Twitter bisa saja ikut berkontribusi untuk menanggapi kasus ini tanpa berucap atau bertindak kasar. Setuju kan, Agen Damai?

  1. Flaming

Merasa tidak suka dengan sesuatu atau seseorang, lalu memilih untuk mengekspresikannya di media sosial dengan menyebut yang kita tidak suka secara eksplisit?

Hati-hati, Agen Damai. Tindakan tersebut termasuk flaming yang mana dapat berakibat perselisihan yang ada semakin besar dan melibatkan banyak orang. Ya, lagi-lagi kasus Audrey juga dapat dikategorikan sebagai flaming

  1. Denigration

Upaya penyebaran kabar bohong atau fitnah yang dimaksudkan untuk merusak reputasi seseorang termasuk dalam kategori perundungan siber ini. 

Masih bingung Agen Damai? Coba kita ingat kembali bagaimana keadaan media sosial ketika masa pemilu kemarin. Masing-masing kubu saling menjelekkan dan menjatuhkan nama baik kubu lainnya. Banyak kabar bohong yang lalu lalang di media sosial kita terkait kedua kubu tersebut hingga muncul istilah kampret dan cebong.

  1. Outing

Sewaktu menaiki transportasi umum, si A melihat ada seorang kakek yang tengah tertidur pulas dengan mimik wajah yang lucu. Saking lucunya, si A tidak tahan untuk tidak mengambil foto kakek tersebut. Foto yang si A dapat kemudian ia olah menjadi meme yang siap meluncur di akun Twitter-nya dan berharap mendapat perhatian dari para followers. Benarkah tindakan si A tersebut, Agen Damai?

Tentu tidak benar. Tindakan menyebarkan informasi pribadi, foto, atau video seseorang termasuk dalam outing. Agen Damai tentu sudah tahu seberapa pentingnya data pribadi yang kita miliki. Maka dari itu, kita juga perlu menghargai data pribadi seseorang dengan selalu meminta izin si empunya data pribadi.

  1. Masquerading

Mungkin beberapa dari Agen Damai ada yang belum mengenal istilah ini. Masquerading adalah situasi di mana perundung melecehkan seseorang dengan menggunakan atau menciptakan identitas palsu. 

Bentuk perundungan siber seperti ini bisa saja terjadi, kok, Agen Damai. Beberapa waktu lalu, lagi-lagi di jagat Twitter, sempat dihebohkan cuitan di mana seorang mahasiswi mengaku dituduh sebagai pelakor dalam hubungan orang tua seorang laki-laki. Penuduh menggunakan akun anonim untuk melancarkan aksinya. 

Setelah diusut, terungkaplah bahwa si penuduh merasa sakit hati setelah ditolak oleh mahasiswi tersebut sehingga melakukan masquerading. Padahal posisi mahasiswi tersebut sudah mendapat banyak ujaran kasar dan terancam DO dari kampusnya. Agen Damai tidak menyangka, kan, orang bisa seniat dan sejahat itu? 

Berbuat baik atau buruk tetap saja ada kemungkinan untuk menjadi korban perundungan siber. Toh, perundung saja bisa menjadi korban perundungan siber juga. Tetapi jangan takut, Agen Damai! Selama kita tahu kita benar, pasti akan selalu ada jalan dan orang-orang yang mendukung kita. Untuk mengantisipasi agar tidak menjadi korban, Agen Damai dapat lebih berhati-hati dalam menjaga data pribadi. Karena senjata utama perundungan siber adalah data pribadi.

Penulis: Aldila P.