[PRESS RELEASE] DIGITALK #47 Empowering Indonesia Economy: Enhancing SMEs Digital Agility

Mei 4, 2021 4:01 pm || By

Google Meet, 30 April 2021 – Pertumbuhan angka UMKM di Indonesia yang kian meningkat menjadi fenomena tersendiri dalam ekosistem perekonomian di Indonesia, terutama perekonomian digital. Hal ini terlihat dari banyaknya pelaku UMKM yang mulai melakukan transformasi digital pada bisnisnya. Selain didorong oleh teknologi digital yang semakin mudah diakses, fenomena ini juga terjadi sebagai efek turunan dari situasi pandemi yang mengharuskan pelaku usaha untuk berekspansi di ruang digital. Dengan demikian, akselerasi keterampilan digital menjadi penting untuk mengakomodasi momentum ini. Melalui Digitalk #47, Center for Digital Society (CfDS) mengundang Danny Ardianto selaku Public Policy and Government Relations Manager dari Google Indonesia dan Diah Angendari, Executive Secretary CfDS, selaku moderator dalam diskusi yang bertajuk “Empowering Indonesia Economy: Enhancing SMEs Digital Agility”. Digitalk #47 diselenggarakan melalui Google Meet serta disiarkan secara langsung di kanal YouTube CfDS.

Potensi Digitalisasi UMKM dalam Ekosistem Perekonomian Digital

Seperti yang diketahui oleh khalayak umum dan dirasakan oleh banyak pelaku UMKM, kehadiran pandemi COVID-19 membatasi gerak bisnis dari berbagai macam industri di lapangan. Untuk itu, pemanfaatan ruang digital beserta teknologinya menjadi salah satu cara pertahanan diri bagi UMKM. Melalui e-commerce, UMKM dapat mencari peluang dan potensi baru. Hal ini juga didukung dengan peningkatan angka pengguna internet sebagai potensi perluasan pasar bagi UMKM.. Danny menjelaskan bahwa, “sejumlah 37% pengguna internet baru lahir di tahun 2020. 39% di antaranya menyatakan bahwa akan tetap bertahan untuk menggunakan internet setelah pandemi. Hal ini menjadikan angka pengguna internet lebih tinggi dari sebelum pandemi”. Dengan demikian, peningkatan penggunaan teknologi digital pada bisnis dapat membawa dampak positif bagi keberlanjutan bisnis itu sendiri.

Keterampilan Digital sebagai Stimulus Perekonomian Digital

Dengan segala potensi yang dapat diraih melalui teknologi digital, gerakan peningkatan literasi digital juga perlu digalakkan secara berkesinambungan. Danny menjelaskan bahwa untuk pemulihan ekonomi di masa pandemi, sektor-sektor bisnis yang umumnya berjalan secara konvensional seperti sektor pertanian, perkebunan, perikanan, manufaktur, perbankan, dll juga dituntut untuk mengakselerasi penggunaan teknologi digital. Untuk itu, keterampilan digital harus digerakan dengan masif. “Tanpa akselerasi pelatihan keterampilan digital, peningkatan PDB Indonesia per 2030 hanya mencapai 7%. Sedangkan, dengan upaya akselerasi dapat meningkatkan hingga 16% dari PDB Indonesia per 2030”, imbuhnya.

Keterampilan digital dikategorikan menjadi dua yaitu keterampilan dasar (basic) dan keterampilan tingkat lanjut (advanced). Keterampilan digital dasar menekankan pada kemampuan yang umumnya baru dipelajari oleh pekerja di sektor non-digital seperti kemampuan untuk mencari dan menerima informasi, mencerna informasi, dan kemampuan decision-making berdasarkan informasi yang sudah didapatkan melalui media digital. Sedangkan, untuk keterampilan digital lanjutan lebih menekankan pada kemampuan yang umumnya dibutuhkan oleh pekerja di sektor teknologi digital dengan segala inovasi-inovasinya seperti desain, otomatisasi, machine-learning, dll.

Google dan Pembekalan Menuju Peningkatan Ekonomi Digital di Indonesia

Dalam paparannya, Danny menyampaikan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi untuk mencapai potensi maksimal dari perkembangan teknologi digital di tiap sektor bisnis. Pertama (i), membekali keterampilan digital bagi sumber daya manusia yang sudah ada di dunia kerja saat ini baik sebagai pekerja sektor digital maupun pekerja sektor non-digital. Kedua (ii), menyiapkan generasi pekerja berikutnya (future workforce) dengan keterampilan digital yang memadai agar dapat masuk ke industri dan sektor yang sedang cepat berkembang secara digital. Selain itu, generasi ini diharapkan dapat membentuk industri itu sendiri sehingga selain memenuhi kebutuhan, mereka juga dapat menciptakan kebutuhan. Ketiga (iii), memperluas akses atas teknologi digital baik dari segi infrastruktur maupun literasi digital. Fasilitas digital yang murah, terjangkau, dan merata memang diperlukan, namun tanpa diiringi literasi digital maka fasilitas tersebut tidak akan digunakan dengan strategis.

Grow with GoogleGoogle, melalui program Grow with Google, berupaya untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia terhadap transformasi digital yang berfokus pada UMKM, mahasiswa dan pencari kerja, developers dan perusahaan rintisan (startup), siswa dan guru, kreator dan jurnalis. Berbagai program dan layanan dari Google antara lain Gapura Digital untuk UMKM; Kormo untuk mahasiswa dan pencari kerja; Bangkit, Google Developers, Google Startups untuk developers dan startup; Google for Education untuk siswa dan guru; serta YouTube Creators dan Google News Initiative untuk kreator dan jurnalis.

Penulis: Dimas Ponco
Penyunting: Ruth T. Simanjuntak