Transisi ke Kehidupan Berjarak: Sebuah Kasus untuk Konser dan Festival Secara Daring

Juli 1, 2021 12:01 pm || By

            Tahun 2021 menandai lebih dari setahun setelah dimulainya pandemi COVID-19. Salah satu transformasi paling terlihat dari pandemi ini adalah pembatasan pertemuan dan perjalanan guna membatasi penyebaran virus. Hal ini berarti acara berskala besar, seperti festival dan konser, tidak boleh diadakan sampai keadaan yang aman.Karena pembatasan ini, penyelenggara acara kerap mencari cara agar tetap dapat mengadakan acara mereka tanpa menyebabkan kerumunan orang. Salah satu cara yang marak diterapkan adalah festival dan konser secara daring yang diadakan selama masa pandemi.

Peluncuran vaksin COVID-19 dan penghapusan pembatasan sosial secara bertahap telah mengisyaratkan kembalinya kondisi pra-pandemi, memberikan kemungkinan untuk mengadakan acara berskala besar lagi jika keadaan dianggap membaik. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah konser dan festival daring akan tetap relevan bahkan setelah pandemi COVID-19 mereda. Artikel ini ingin berargumen konser dan festival daring masih akan menjadi pilihan yang layak bagi penyelenggara untuk mengadakan acara mereka di masa depan. Hal ini akan dijelaskan melalui dua argumen: pertama, konser dan festival daring tetap meraup pendapatan meski tidak dilakukan secara fisik. Kedua, kemajuan teknologi yang dikembangkan untuk mendukung konser dan festival daring.

            Restriksi COVID-19 telah secara drastis mengubah keadaan untuk festival dan konser offline. Sebuah studi oleh Pollstar menunjukkan bahwa penjualan tiket konser di seluruh dunia pada tahun 2020 turun 77% dari tahun sebelumnya. Penjualan tiket pada tahun 2020 hanya sebesar 13,4 juta dibandingkan dengan tahun 2019 yang mencapai angka 57,7 juta. Pendapatan juga anjlok 78% di tur top 100, yang memperoleh pendapatan $1,2 miliar pada tahun 2020. Angka tersebut tidak seberapa dibandingkan dengan pendapatan $5,5 miliar yang diperoleh dalam tur top 100 tahun 2019.[1] Studi ini juga menyebutkan bahwa konser luring yang dilakukan sebelum 15 Maret menghasilkan 37 juta tiket yang terjual dan total pendapatan sebesar $2,5 miliar. Setelah restriksi COVID-19 di seluruh dunia, penurunan sangat jelas terlihat dari pendapatan kotor global yang menjadi $37 juta dengan 988.876 tiket terjual.[2] Dengan konsiderasi ini, penyelenggara acara memilih mempertahankan pertunjukan dengan memindahkan pertunjukan menjadi format daring atau melalui bentuk lain seperti konser drive-in.

Festival daring akan terus berlangsung karena format tersebut telah terbukti populer dan menguntungkan walaupun dilangsungkan secara daring. Penurunan pendapatan di konser luring telah mendorong banyak artis dan penyelenggara untuk beralih ke format daring, sebuah sistem yang masih belum dikembangkan ketika awal pandemi terjadi.[3] Meskipun demikian, peralihan mendadak dari acara luring ke acara daring terbukti berhasil meskipun hanya terdapat periode penyesuaian yang singkat bagi artis dan penyelenggara. Analis industri musik MIDiA menemukan bahwa jumlah daftar konser siarang langsung di Bandsintown (situs penemuan konser) meningkat dari 1,9% menjadi 40,7%. Diperkirakan ada 60.905 siaran langsung dari lebih dari 20.000 artis di Bandsintown, dengan mayoritas (77%) berasal dari artis-artis “buzzing act” dengan kurang dari 10.000 pengikut. Ini menunjukkan bahwa format daring sangat populer, terutama di kalangan artis dengan pengikut kecil yang berharap menambah eksposur mereka dari siarang langsung ini.[4] Artis terkenal, seperti Dua Lipa, juga memanfaatkan format ini dan menarik banyak penonton daring, ia berhasil menarik 5 juta penonton untuk konser “Studio 2054” miliknya di tahun 2020.[5]

Format daring terbukti menguntungkan, misalnya dapat dilihat di industri K-pop (Korean Pop), yang bisa dibilang menjadi contoh utama untuk konser daring inovatif selama pandemi. Grup K-pop terbesar saat ini, BTS, telah membuat beberapa konser daring terbesar dalam satu tahun terakhir. Konser daring berbayar pertama BTS yang diadakan pada Juni 2020, “Bang Bang Con: The Live”, menarik 756.000 penonton serentak dari 107 negara dan mengumpulkan pendapatan sekitar $20 juta.[6] Hanya setahun kemudian, konser terbaru BTS, “2021 Muster Sowoozoo”, melampaui angka itu dengan 1,33 juta penonton dari 195 wilayah[7] dan pendapatan sekitar 80 miliar KRW (sekitar $71,6 juta USD).[8] Jumlah ini tidak hanya terbatas pada konser BTS tetapi juga konser K-pop daring lainnya seperti konser “Beyond LIVE” dan “The Show” Blackpink, yang meraup ratusan ribu penonton dan jutaan dollar pendapatan. Angka tersebut menunjukkan profitabilitas konser daring dan bagaimana hal itu dapat berkelanjutan di masa depan juga.

Salah satu panggung dari “2021 Muster Sowoozoo” BTS

Kemajuan teknologi dalam pertunjukan daring telah menjadi alasan lain mengapa festival daring masih akan tetap menjadi pilihan yang populer dalam waktu dekat. Pandemi telah mendorong pekerja kreatif agar mengadakan acara mereka di luar batas sebelumnya. Hal ini termasuk kemajuan dan inovasi teknologi yang diciptakan oleh perusahaan hiburan dan teknologi untuk memastikan pertunjukan tetap berjalan. Seperti yang disebutkan sebelumnya, industri hiburan terpaksa beradaptasi dengan dunia tanpa kontak fisik dalam waktu singkat. Di tengah tragedi ini, terdapat pengembangan inovasi teknologi daring baru untuk mendukung format acara daring. Untuk melengkapi konser daring K-pop yang telah disebutkan sebelumnya, perusahaan K-pop bersama dengan perusahaan penyiaran menciptakan inovasi (misalnya: stik lampu (lightstick) digital, segmen Q&A real-time, komentar real-time) yang memungkinkan penonton untuk menikmati pengalaman konser penuh dari kenyamanan rumah mereka sendiri.[9]

Salah satu festival musik terbesar di dunia, Glastonbury Festival, membatalkan acara luring mereka dan memilih mengadakan festival daring berbayar bernama “Glastonbury: Live at Worthy Farm”, yang menampilkan pertunjukan pra-rekaman dari Coldplay, The Smile dan artis terkenal lainnya . Meskipun ada kesalahan teknis karena tautan pertunjukan yang awalnya tidak dapat diakses,[10] festival ini dipuji oleh banyak kritikus dari sisi produksi, setting, dan jajaran artisnya.[11] Format daring pra-rekaman memungkinkan lebih banyak inovasi dan lebih matang perencanaan produksi dan pengaturan festival, dimana para artis tidak dibatasi kondisinya dengan memiliki penonton langsung.

The Smile tampil di festival “Live at Worthy Farm”

Terciptanya festival dan konser daring merupakan salah satu cara para pekerja kreatif (yang menjadi salah satu kelompok yang paling terdapampak) guna mencari solusi di tengah pembatasan sosial COVID-19. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai format daring yang memenuhi kebutuhan masing-masing artis. Terlepas dari penghapusan bertahap pembatasan tersebut, artikel ini berpendapat bahwa format ini akan tetap berlanjut untuk kedepannya. Karena dua alasan yang sudah dijelaskan dalam artikel ini, pemasaran dan kemajuan teknologi dari festival dan konser daring telah menjadikannya pilihan yang layak bagi artis dan penyelenggara acara untuk mengadakan acara mereka di masa depan.

Penulis: Jasmine Noor Andretha Putri
Penyunting: Sri Handayani Nasution


Daftar Pustaka

Allen, B., 2020. 2020 Business Analysis: What Might Have Been Vs. What Was. [daring] Pollstar. Tersedia di: <https://www.pollstar.com/article/2020-business-analysis-what-might-have-been-vs-what-was-146994> [Diakses pada 14 Juni 2021].

Eliezer, C., 2021. New research suggests livestreamed concerts are here to stay. [daring] The Music Network. Tersedia di: <https://themusicnetwork.com/livestreaming-concerts-revenue-tickets-midia/> [Diakses pada 14 Juni 2021].

Millman, E., 2020a. Dua Lipa’s Very Expensive Concert Is the Future of Livestreaming. [daring] Rolling Stone. Tersedia di: <https://www.rollingstone.com/pro/news/dua-lipa-livestream-cost-viewership-1096950/> [Diakses pada 15 Juni 2021].

Millman, E., 2020b. BTS Just Proved That Paid Livestreaming Is Here to Stay. [daring] Rolling Stone. Tersedia di: <https://www.rollingstone.com/pro/news/bts-paid-livestream-bang-bang-con-1015696/> [Diakses pada 15 Juni 2021].

Ting, J., 2020. BTS Had Close to a Million Viewers for ‘Map of the Soul ON: E’. [daring] PAPER. Tersedia di: <https://www.papermag.com/bts-map-of-the-soul-one-concert-2648159831.html?rebelltitem=3#rebelltitem3> [Diakses pada 15 Juni 2021].

Nam, S., 2021. BTS Attracts Over 1.3 Million Paid Viewers With Online Fan Meeting “2021 Muster Sowoozoo”. [daring] Soompi. Tersedia di: <https://www.soompi.com/article/1474703wpp/bts-attracts-over-1-3-million-paid-viewers-with-online-fan-meeting-2021-muster-sowoozoo> [Diakses pada 16 Juni 2021].

The Times of India. 2021. BTS earned over 80 billion in revenue from two-day MUSTER Sowoozoo. [daring] Tersedia di: <https://timesofindia.indiatimes.com/entertainment/k-pop/music/news/bts-earned-over-80-billion-in-revenue-from-two-day-muster-sowoozoo/articleshow/83544485.cms> [Diakses pada 16 Juni 2021].

Soompi. 2020. SM Entertainment And Naver Collaboratively Launch New Digital Concert Platform + SuperM To Perform Inaugural Concert. [daring] Tersedia di: <https://www.soompi.com/article/1394136wpp/sm-entertainment-and-naver-collaboratively-launch-new-digital-concert-platform-superm-to-perform-inaugural-concert> [Diakses pada 16 Juni 2021].

McSweeney, E., 2021. Glastonbury fans locked out of livestream of UK’s biggest music festival. [daring] CNN. Tersedia di: <https://edition.cnn.com/style/article/glastonbury-live-stream-gbr-intln-scli/index.html> [Diakses pada 16 Juni 2021].

Petridis, A., 2021. Live at Worthy Farm review – beautiful music marred by technical meltdown. [daring] The Guardian. Tersedia di: <https://www.theguardian.com/music/2021/may/23/live-at-worthy-farm-review-glastonburys-dodgy-pyramid-scheme-has-stunning-music> [Diakses pada 16 Juni 2021].

BTS picture credit: Bighit Music

The Smile picture credit: Franchesca Judine Basbas/Bandwagon.asia

[1] Allen, B., 2020. 2020 Business Analysis: What Might Have Been Vs. What Was. [daring] Pollstar. Tersedia di: <https://www.pollstar.com/article/2020-business-analysis-what-might-have-been-vs-what-was-146994> [Diakses pada 14 Juni 2021].

[2] Ibid.

[3] Eliezer, C., 2021. New research suggests livestreamed concerts are here to stay. [daring] The Music Network. Tersedia di: <https://themusicnetwork.com/livestreaming-concerts-revenue-tickets-midia/> [Diakses pada 14 Juni 2021].

[4] Ibid.

[5] Millman, E., 2020a. Dua Lipa’s Very Expensive Concert Is the Future of Livestreaming. [daring] Rolling Stone. Tersedia di: <https://www.rollingstone.com/pro/news/dua-lipa-livestream-cost-viewership-1096950/> [Diakses pada 15 Juni 2021].

[6] Millman, E., 2020b. BTS Just Proved That Paid Livestreaming Is Here to Stay. [daring] Rolling Stone. Tersedia di: <https://www.rollingstone.com/pro/news/bts-paid-livestream-bang-bang-con-1015696/> [Diakses pada 15 Juni 2021].

[7] Nam, S., 2021. BTS Attracts Over 1.3 Million Paid Viewers With Online Fan Meeting “2021 Muster Sowoozoo”. [daring] Soompi. Tersedia di: <https://www.soompi.com/article/1474703wpp/bts-attracts-over-1-3-million-paid-viewers-with-online-fan-meeting-2021-muster-sowoozoo> [Diakses pada 16 Juni 2021].

[8] The Times of India. 2021. BTS earned over 80 billion in revenue from two-day MUSTER Sowoozoo. [daring] Tersedia di: <https://timesofindia.indiatimes.com/entertainment/k-pop/music/news/bts-earned-over-80-billion-in-revenue-from-two-day-muster-sowoozoo/articleshow/83544485.cms> [Diakses pada 16 Juni 2021].

[9] Soompi. 2020. SM Entertainment And Naver Collaboratively Launch New Digital Concert Platform + SuperM To Perform Inaugural Concert. [daring] Tersedia di: <https://www.soompi.com/article/1394136wpp/sm-entertainment-and-naver-collaboratively-launch-new-digital-concert-platform-superm-to-perform-inaugural-concert> [Diakses pada 16 Juni 2021].

[10] McSweeney, E., 2021. Glastonbury fans locked out of livestream of UK’s biggest music festival. [daring] CNN. Tersedia di: <https://edition.cnn.com/style/article/glastonbury-live-stream-gbr-intln-scli/index.html> [Diakses pada 16 Juni 2021].

[11] Petridis, A., 2021. Live at Worthy Farm review – beautiful music marred by technical meltdown. [daring] The Guardian. Tersedia di: <https://www.theguardian.com/music/2021/may/23/live-at-worthy-farm-review-glastonburys-dodgy-pyramid-scheme-has-stunning-music> [Diakses pada 16 Juni 2021].