TikTok: Bagaimana Aplikasi Ini Mengubah Pemasaran Musik

Desember 9, 2021 6:38 pm || By

            Sejak diperkenalkan pada tahun 2016, TikTok telah mengalami pertumbuhan pesat dalam pengaruh dan penggunanya di seluruh penjuru dunia. TikTok sendiri adalah platform media sosial yang penggunanya dapat berbagi video pendek di mana mereka bisa menyinkronkan lagu, membuat tarian atau melakukan sandiwara komedi untuk menyebutkan beberapa. TikTok telah diunduh sebanyak 2,6 miliar kali sampai Desember 2020, dengan unduhan lebih banyak daripada aplikasi-aplikasi lain di dunia tahun lalu.[1] Hal ini menunjukkan semakin pentingnya TikTok sebagai media sosial berbasis hiburan yang digunakan sebagai platform untuk meningkatkan popularitas tidak hanya bagi penggunanya, tetapi juga bagi perusahaan yang menggunakannya sebagai strategi pemasaran untuk mendongkrak popularitas produk atau kreasi mereka.

            Ini telah menjadi strategi yang sering dipakai di masa media sosial saat ini, di mana perusahaan mencari dukungan (endorsement) dari orang-orang terkenal di platform media sosial untuk meningkatkan popularitas dan penjualan produk mereka. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah dukungan produk di Instagram di mana aplikasi itu telah menjadi tempat pemasaran yang sukses bagi banyak perusahaan, baik di platform dan juga di tempat-tempat penjualan offline. Namun, esai singkat ini akan fokus pada bagaimana TikTok telah berkembang sebagai platform bagi industri musik dan artis untuk membuat lagu mereka menjadi viral dan meningkatkan popularitas lagu mereka. Ini bisa dibilang menjadi salah satu keuntungan paling nyata yang dihasilkan TikTok dan telah menambah minat perusahaan musik dan hiburan tentang cara mereka memasarkan kreasi mereka.

            TikTok sebagian besar terdiri dari video lip sync yang biasanya digabungkan dengan tarian yang menarik untuk mengiringinya selama kurang dari satu menit. Bentuk platform media sosial ini telah mendapatkan daya tarik karena penggunaan lagu yang catchy dan unik dalam aplikasi, membuat tidak hanya bintang pada TikTok terkenal, tetapi juga lagu-lagu yang ditarikan oleh jutaan pengguna tersebut. Kekuatan bagaimana platform ini berhasil menjadi katalis kepopuleran musik dapat dicontohkan dengan lagu ‘Old Town Road’ oleh Lil Nas X dan ‘The Box’ oleh Roddy Rich.[2] Kedua lagu tersebut banyak digunakan dalam video TikTok dan melambungkan keduanya menjadi hits viral. Ketika lagu itu menjadi viral di media sosial lain dan kemudian mendapatkan lebih banyak di radio, lagu-lagu tersebut menjadi kekuatan di tangga lagu juga. Kedua lagu tersebut menduduki peringkat 1 di Billboard Hot 100, yang mengukur lagu-lagu dengan penjualan terbaik di AS selama satu minggu terakhir. Dengan 19 minggu di puncak, ‘Old Town Road’ telah menjadi lagu yang bertengger di nomor 1 terpanjang di Billboard Hot 100. Berkat ketenaran lagunya, Lil Nas X juga memenangkan Grammy Award yang merupakan penghargaan musik terbesar di dunia dan membuatnya menjadi bintang internasional. Ini menunjukkan bahwa status viral dari lagu-lagu TikTok ini telah menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan dalam pemasaran musik.

            Ini juga telah mendorong perusahaan dan musisi untuk mempromosikan musik mereka melalui TikTok, dengan harapan mencapai status viral atau menduduki puncak tangga lagu. Hal ini biasanya dilakukan dengan menciptakan tarian atau “tantangan” yang menarik, dimana pengguna dapat menampilkan dan memperkenalkan lagu tersebut kepada pengguna lain di TikTok. Salah satu contohnya adalah ketika Justin Bieber meminta para penggemarnya untuk mempromosikan single terbarunya “Yummy” di TikTok agar viral agar bisa menduduki puncak tangga lagu.[3] Hal ini menunjukkan bahwa bahkan musisi-musisi terkenal pun mengikuti tren ini untuk memikatkan musik mereka ke Gen-Z. Dan melalui TikTok, mereka mengharapkan dapat meningkatkan popularitas lagu mereka tanpa melalui pemasaran musik konvensional seperti melalui radio.

Meningkatnya penggunaan TikTok dalam mempromosikan lagu juga memiliki kelemahan tersendiri. TikTok telah dikritik karena “menghancurkan” industri musik karena kecenderungan industri untuk membuat lebih banyak lagu yang ramah TikTok saat ini. Lagu-lagunya dibuat catchy, sehingga bisa diputar berulang-ulang di media sosial untuk mendapatkan eksposur dan menjadi viral. Hasilnya adalah produksi massal lagu-lagu dengan formula “TikTok”, yang mengorbankan kualitas musik dengan membuat lagu “TikTok” yang diharap menjadi lagu viral berikutnya. Cara pemasaran musik ini juga berarti sekarang lebih banyak lagu yang dinilai berdasarkan penampilannya dari tarian di TikTok, daripada kualitas musiknya sendiri.[4] Kekhawatiran lain adalah penyanyi dengan ketenaran baru dari hit viral mereka berpotensi menjadi “one hit wonder”. Label rekaman sekarang menjelajahi TikTok untuk menemukan bakat baru, terutama di masa COVID-19.[5] Namun, dikhawatirkan penyanyi-penyanyi baru ini, walaupun dengan label besar yang mendukung mereka, tidak akan membawakan lagu hit lagi. Alasan untuk ini adalah mereka belum mengumpulkan cukup pendukung untuk menciptakan basis dukungan yang baik untuk rilis mereka berikutnya.

Dengan popularitas TikTok yang melonjak pada tahun 2020, aplikasi ini telah menjadi salah satu tren digital paling berpengaruh tahun lalu. Karena unduhan mereka masih meningkat dan berkembang dari konten-konten viralnya, aplikasi ini diharapkan menjadi hit media sosial untuk jangka panjang. Pertumbuhan pesat TikTok juga berarti musisi akan terus memperhatikan bagaimana TikTok dapat melambungkan popularitas lagu-lagu mereka. Contoh di atas menunjukkan kita bahwa TikTok telah mengubah cara industri musik mempromosikan lagu-lagu artis mereka dengan membuatnya lebih menarik dan juga mudah diakses oleh publik. Tren ini telah menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana media sosial akan terus mengikis cara pemasaran konvensional melalui keterlibatan online-nya, dengan TikTok sebagai contoh utamanya. TikTok tidak menjamin lagu-lagu yang dipasarkan akan langsung terkenal, tetapi jika berhasil, itu bisa mengubah hidup para musisinya.

Penulis: Jasmine Noor Andretha Putri
Penyunting: Amelinda Pandu Kusumanigtyas


Daftar Pustaka

Bavier, W., 2020. How TikTok is Ruining the Music Industry. [daring] The Register Forum. Tersedia di: <https://registerforum.org/12193/opinion/how-tiktok-is-ruining-the-music-industry/> [Diakses pada 21 Mar. 2021].

Garcia-Navarro, L. and Wood, M., 2020. How TikTok Has Changed The Music Industry. [daring] Npr.org. Tersedia di: <https://www.npr.org/2020/09/27/917424879/how-tiktok-has-changed-the-music-industry> [Diakses pada 21 Mar. 2021].

Hamilton, I. (2020). TikTok hit 1.5 billion downloads, and is still outperforming Instagram. [daring] Business Insider Singapore. Tersedia di: https://www.businessinsider.sg/tiktok-hits-15-billion-downloads-outperforming-instagram-2019-11/?r=US&IR=T [Diakses pada 5 Mar. 2021].

The Verge. (2020). ‘Old Town Road’ proves TikTok can launch a hit song. [daring] Tersedia di: https://www.theverge.com/2019/4/5/18296815/lil-nas-x-old-town-road-tiktok-artists-spotify-soundcloud-streams-revenue [Diakses pada 5 Mar. 2021].

The Verge. (2020). Justin Bieber is increasingly desperate for ‘Yummy’ to go viral on TikTok. [daring] Tersedia di: https://www.theverge.com/2020/2/3/21120037/justin-bieber-yummy-tiktok-viral-old-town-road-youtube-david-dobrik [Diakses pada 5 Mar. 2021].


[1] Iqbal, M., 2021. TikTok Revenue and Usage Statistics (2021). [daring] Business of Apps. Tersedia di: <https://www.businessofapps.com/data/tik-tok-statistics/> [Diakses pada 5 Mar. 2021].

[2] The Verge. (2020). ‘Old Town Road’ proves TikTok can launch a hit song. [daring] Tersedia di: https://www.theverge.com/2019/4/5/18296815/lil-nas-x-old-town-road-tiktok-artists-spotify-soundcloud-streams-revenue [Diakses pada 19 Feb. 2020].

[3] The Verge. (2020). Justin Bieber is increasingly desperate for ‘Yummy’ to go viral on TikTok. [daring] Tersedia di: https://www.theverge.com/2020/2/3/21120037/justin-bieber-yummy-tiktok-viral-old-town-road-youtube-david-dobrik [Diakses pada 19 Feb. 2020].

[4] Bavier, W., 2020. How TikTok is Ruining the Music Industry. [daring] The Register Forum. Tersedia di: <https://registerforum.org/12193/opinion/how-tiktok-is-ruining-the-music-industry/> [Diakses pada 21 Mar. 2021].

[5] Garcia-Navarro, L. and Wood, M., 2020. How TikTok Has Changed The Music Industry. [daring] Npr.org. Tersedia di: <https://www.npr.org/2020/09/27/917424879/how-tiktok-has-changed-the-music-industry> [Diakses pada 21 Mar. 2021].