BookTok: “Surga” Bagi Pecinta Buku di TikTok

Desember 11, 2021 6:04 pm || By

Media sosial telah menjadi tempat pelarian bagi banyak orang. Terlebih, pandemi yang masih terjadi hingga kini mendorong manusia untuk lebih banyak beraktifitas di rumah membuat waktu yang dihabiskan berselancar di media sosial meningkat. Salah satu platform media sosial yang meroket popularitasnya selama pandemi adalah TikTok, sebuah platform dengan fitur stream tanpa batas dan video berdurasi pendek langsung, Menariknya, demografi pengguna TikTok adalah kaum muda. Sebaran pengguna TikTok di Amerika Serikat misalnya, diketahui bahwa 25 persen penggunanya berusia 10-19 tahun dan 22,4 persen berasal dari kelompok usia 20-19 tahun. Kedua kelompok usia tersebut merupakan pengguna terbesar dibandingkan kelompok usia lainnya.[1]

Salah satu ciri khas TikTok adalah banyaknya tren yang selalu bermunculan, dari video joget dan ocehan ala meme hingga tren yang lebih ‘serius’ seperti BookTok. Dengan total lebih dari 12,6 miliar tontonan, BookTok merupakan sebuah tren yang mampu menciptakan ruang ‘sudut baca’ virtual untuk penggemar buku atau mereka yang sekedar tertarik untuk membaca buku.[2] Melalui tren BookTok, pengguna TikTok dapat saling berbagi informasi maupun rekomendasi terkait penulis dan buku yang menarik untuk dibaca melalui video singkat yang menggunakan teks lucu dan menarik seperti “buku dimana karakter utama dikirim untuk membunuh seseorang, tetapi mereka akhirnya jatuh cinta” dan “ketika kamu berusia 12 tahun dan orang tuamu memergokimu menangisi sebuah buku”.

Menariknya, tren tersebut tidak hanya menghidupkan kembali keinginan para pengguna untuk bangkit dari ketidaktarikan untuk membaca, tetapi juga mendongkrak penjualan buku. Secara tidak langsung, kehadiran BookTok justru membantu penerbit dan penulis untuk mempromosikan bukunya kepada publik. Tidak hanya dengan  cara pemasaran yang kreatif, unggahan video juga merupakan metode yang singkat namun efektif. Misalnya, novel dewasa muda They Both Die at the End, yang ditulis oleh Adam Silvera pada tahun 2017, diuntungkan dari tren ini. Buku tersebut naik daun dan meraih puncak daftar buku fiksi remaja dengan lebih dari 4.000 cetakan terjual dalam seminggu. Di dalam aplikasi, #adamsilvera telah dilihat 10,8 juta kali.[3] Selain itu, buku-buku yang sebelumnya tren juga telah muncul lagi karena  BookTok, seperti karya Rick Riordan Percy Jackson and the Olympians dan Victoria Aveyard Red Queen.

Hal menarik lainnya tentang BookTok adalah alih-alih mengulas buku melalui perspektif akademis seperti pada umumnya, ulasan buku yang dibuat oleh pengguna TikTok justru cenderung emosional. Oleh karena itu, video-video yang dibuat memuat “reaksi mendalam” pengguna terhadap suatu buku. Entah itu menangis, menjerit, atau tertawa, para pengguna menunjukkan berbagai emosi untuk mengekspresikan kekaguman maupun kekecewaannya terhadap seorang penulis atau buku. Seorang pengguna TikTok dengan nama akun @thecalvinbooks misalnya, membagikan ulasannya terhadap buku Dune yang ditulis oleh Frank Herbert dengan sangat ekspresif. Ia menunjukkan rasa frustasi yang ia rasakan dengan berteriak sembari membalik halaman buku dengan cepat. Tidak hanya itu, ia juga menampilkan teks di layar seperti “penyihir luar angkasa ?!” dan “*bingung” di tengah-tengah ocehannya untuk mempertegas pendapatnya tentang buku tersebut.[4]

Ulasan buku yang ekspresif melalui TikTok tidak hanya menarik perhatian pengguna yang menemukannya di laman For You Page, tetapi juga memberikan pengguna lain kesempatan mencari dan mendapatkan rekomendasi buku dengan lebih mudah. Dibandingkan dengan Goodreads atau pencarian sederhana melalui Google, algoritma di BookTok menampilkan berbagai genre melalui slogan unik dan menarik seperti “meyakinkan kamu untuk membaca buku favorit saya hanya dengan memberi tahu kamu baris pertama mereka” hingga “rekomendasi buku berdasarkan estetika ini”. Penggunaan slogan seperti itu tidak hanya membuat penonton penasaran dengan buku yang direkomendasikan, tetapi juga mengenalkan mereka dengan berbagai genre sekaligus dalam satu video. Meskipun demikian, video rekomendasi tersebut cenderung ditemukan oleh pengguna melalui algoritma TikTok: begitu mereka menemukan video tersebut dan menontonnya, maka pengguna tersebut akan terus mendapatkan rekomendasi video serupa di For You Page.

Sebagai hasil dari algoritma TikTok, tren BookTok dapat sangat membantu pemasaran buku bagi penulis dan penerbit. Strategi algoritma lebih memungkinkan laman For You Page berisi campuran video dengan banyak likes dan views, bersama dengan video yang hanya dilihat oleh beberapa orang[5], memberikan peluang bagi siapa saja untuk menjadi viral. Contoh seperti itu terjadi pada Olivie Blake, seorang penulis pendatang baru yang menulis buku The Atlas Six dan menerbitkannya secara independent. Berkat tagar #TheAtlasSix dengan lebih dari 11 juta mentions, buku ini menjadi salah satu buku paling popular dikalangan pengguna aktif TikTok di ruang BookTok. Karena popularitas The Atlas Six tersebut, Blake memperoleh hak cipta Inggris dan Commonwealth dalam lelang tender yang sebelumnya dimenangkan oleh penerbit besar Amerika Serikat, Tor.[6]

Sekilas, fenomena BookTok tentu memudahkan pengguna, penulis, serta penerbit untuk saling terhubung satu sama lain. Namun, algoritma di TikTok juga dapat menghambat penulis pendatang karena mereka harus bersaing dengan mereka yang memiliki banyak pengikut, baik itu yang berorientasi pada BookTok ataupun unggahan viral belaka. Walaupun demikian, kemunculan BookTok memang menarik perhatian para pengguna untuk mulai membaca dan meminimalkan waktu mereka di depan layar ponsel.

Singkat kata, trending atau tidak, BookTok akan selalu terbuka untuk semua orang yang ingin memulai petualangan mereka satu halaman dalam satu waktu. Apabila disederhanakan dalam kata-kata sang master horor Stephen King: “books are a uniquely portable magic.”[7]

Penulis: Rizka Khairunissa Herdiani
Penyunting: Amelinda Pandu Kusumaningtyas


[1] Statista Research Department, 2021. Distribution of TikTok users in the United States as of March 2021, by age group. Statista. Available at: https://www.statista.com/statistics/1095186/tiktok-us-users-age/ [Diakses November 12, 2021].

[2] Murray, C., 2021. Tiktok is taking the book industry by storm, and retailers are taking notice. NBCNews.com. Available at: https://www.nbcnews.com/news/us-news/tiktok-taking-book-industry-storm-retailers-are-taking-notice-n1272909 [Diakses November 12, 2021].

[3] Flood, A., 2021. The rise of BookTok: Meet the teen influencers pushing books up the charts. The Guardian. Available at: https://www.theguardian.com/books/2021/jun/25/the-rise-of-booktok-meet-the-teen-influencers-pushing-books-up-the-charts [Diakses November 12, 2021].

[4] TheCalvinBooks, 2021. TikTok. Available at: https://www.tiktok.com/@thecalvinbooks/video/7007918102281260293 [Diakses November 12, 2021].

[5] Matsakis, L., 2020. How TikTok’s ‘for you’ algorithm actually works. Wired. Available at: https://www.wired.com/story/tiktok-finally-explains-for-you-algorithm-works/ [Diakses November 12, 2021].

[6] Chandler, M., 2021. Tor wins TikTok hit trilogy by Blake in seven-Way Auction. The Bookseller. Available at: https://www.thebookseller.com/news/tor-wins-tiktok-hit-trilogy-blake-seven-way-auction-1281141# [Diakses November 12, 2021].

[7] King, S., 2000. On Writing: A memoir of the Craft, New York, NY: Scribner.