[SIARAN PERS] Kominfo dan CfDS Berikan Literasi Digital Keuangan bagi Komunitas di Yogyakarta | DigiTalk #52

Agustus 24, 2022 4:33 pm || By

Yogyakarta, 18 Agustus 2022 – Center for Digital Society (CfDS) bersama Kominfo dan Siberkreasi mengadakan kegiatan pelatihan untuk komunitas-komunitas yang berfokus pada isu seputar literasi digital, dengan tajuk “Bijak Dengan Keuangan Digital: Diskusi tentang Produk Keuangan di Era Digital”. Pada kesempatan kali ini komunitas yang dipilih adalah komunitas minoritas agama di Yogyakarta. 

Kegiatan ini dihadiri oleh isa Fajarwati, selaku Kepala Sub Bagian Perizinan, Informasi, dan Dokumentasi Kantor OJK DIY, Pdt. Tomy H. Wibowo, Gembala Senior GBI, Generasi Baru Yogyakarta, dan Peneliti CfDS UGM, Amelinda Pandu K. Adapun kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dari masing-masing individu dalam penggunaan tiap produk dan layanan keuangan digital. Mengingat dewasa ini ragam produk dan layanan keuangan digital telah banyak berkembang dan beredar di tengah masyarakat. Kendati demikian masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan teknologi tersebut secara bijak atau bahkan masih terjebak dalam kasus penipuan.

“Teknologi finansial yang ada dapat menjadi salah satu penunjang kemajuan ekonomi di Indonesia. Akan tetapi apabila pemanfaatannya masih kurang tepat maka akan menjadi bumerang yang dapat merugikan masyarakat itu sendiri.” ujar Risa dalam pemaparannya.

Pada hakikatnya digitalisasi teknologi saat ini menciptakan akses inklusi keuangan semakin cepat dan luas untuk masyarakat. Jika dilihat secara positif, tentu inklusi keuangan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Kendati demikian dari sisi negatifnya, kemudahan yang ditawarkan, tidak sedikit membuat masyarakat lupa dan berlaku konsumtif. 

“Banyak masyarakat yang terlalu gegabah dalam mengambil keputusan, karena kurangnya literasi pahamanan yang dimiliki. Platform seharusnya dapat menciptakan dan memasarkan produknya dengan beretika, tanpa mengarahkan atau menyesatkan konsumennya dalam jerat hutang. Sehingga semua stakeholder memiliki tanggung jawab untuk memajukan teknologi fintech di Indonesia.” tegas Amelinda. 

Oleh karenanya perkembangan teknologi saat ini tidak terlepas dari kapabilitas pengguna dan tujuan penggunaannya. Berbagai risiko yang ada dalam kemajuan keuangan digital ini sebisa mungkin dapat kita kontrol dan waspadai. Sebagai perwakilan dari komunitas Pdt. Tomy H. Wibowo menyampaikan bahwa komunitasnya kerap kali mengadakan upaya literasi digital.

“Perkembangan transformasi keuangan di Gereja sebisa mungkin dikomunikasikan lewat mimbar dan kelompok-kelompok yang ada, untuk menyampaikan terkait produk keuangan baru dan bahaya yang mungkin datang.  Kita juga saling menanamkan bagaimana menguasai diri untuk tidak terlalu mudah percaya dan menghalalkan segala cara untuk hasil yang cepat” imbuh Pdt Tomy.