[Siaran Pers] Kemenkes, Kominfo, CfDS & Google Dorong Optimalisasi SPBE untuk Pelayanan Publik yang Efisien | Digital Experts Talk #15

September 14, 2022 6:08 pm || By

Yogyakarta, 30 Agustus 2022 – Pelaksanaan tata kelola pemerintahan Indonesia secara digital masih belum optimal ketika dilihat dari konteks infrastruktur dan sumber daya manusia. Merespon hal tersebut, Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan Google Cloud Indonesia menghadirkan Digital Expert Talk #15 Mengelola Pelayanan Publik Berbasis Elektronik di Tengah Pandemi. Acara tersebut dihadiri oleh Aris Kurniawan (Ketua Tim Inovasi Pengembangan, Harmonisasi Layanan dan Aplikasi SPBE Kementerian Komunikasi dan Informatika RI), Setiaji S.T. (Chief of DTO Kementerian Kesehatan RI), Dr. Sayuri Egaravanda, S.Kom., M.Eng (Tim Jogja Smart Province), Nanang Ruswianto (Koordinator Tim Evaluator SPBE UGM), dan Eryan Ariobowo (Customer Solutions Consultant Google Cloud Public Sector).

Diskusi dimulai oleh Aris Kurniawan yang menyampaikan laporan terkait kualitas sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) di Indonesia yang masih belum ideal. Ia menyampaikan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan pelayanan publik berkualitas dan terpercaya, salah satunya terkait dengan isu regulasi yang perlu dikawal Kominfo. “Isu regulasi menjadi hal yang sangat penting untuk dibahas karena regulasi akan menjadi fondasi untuk kami dalam mewujudkan SPBE. Ke depannya, kami akan terus berupaya mengadakan uji integrasi, fungsi, serta kelayakan untuk meningkatkan keterpaduan serta efisiensi penyelenggaraan SPBE di Indonesia” ujar Aris.

Menanggapi Aris, Setiaji menyampaikan bahwa kontribusi Digital Transformation Office (DTO) merupakan salah satu dari pengaplikasian SPBE di sektor kesehatan. Hal ini dapat dilihat pada peluncuran aplikasi PeduliLindungi, Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19, dan Telemedisin ISOMAN. Menurutnya, DTO memiliki tugas untuk menjadi sistem terintegrasi yang adaptif dan dinamis. “Kemenkes akan berusaha untuk memudahkan pengguna mengakses pelayanan publik terutama di bidang kesehatan. Kedepannya kami akan menciptakan ekosistem pelayanan berbasis elektronik yang mengedepankan unsur efektivitas, keterpaduan, kesinambungan, efisiensi, akuntabilitas, dan interoperabilitas,” imbuh Setiaji.

Dari sektor perencanaan kota, Pemerintah D.I. Yogyakarta turut telah mengadaptasi sistem pengelolaan berbasis digital dan mengusung slogan Jogja Smart Province. Sayuri Egaravanda menyampaikan, lima nilai keistimewaan yang melandasi ide ini di antaranya, Smart Governance, Smart Living, Smart Culture, Smart Environment, dan Smart Society, sebagai bentuk adaptasi SPBE.

Nanang Ruswianto pun turut menyampaikan kemungkinan pola kerja digital pada operasional Ibu Kota Nusantara di tahun 2024 yang akan lebih maju dengan didukung pemanfaatan Big Data dan Artificial Intelligence. Namun, ia menekankan beberapa aspek yang menurutnya penting dalam implementasi SPBE, seperti pemanfaatan infrastruktur digital, juga peningkatan literasi digital. “Kini masyarakat sudah mulai berliterasi digital di Indonesia, harapannya masyarakat dapat mendukung Smart Government di masa depan dan implementasi Smart City.” ujar Nanang.

Memasuki penghujung diskusi, Eryan menyampaikan kiat untuk dapat diwujudkannya pelayanan publik berbasis digital dengan dukungan dari teknologi komputasi awan. Ia menjelaskan bahwa Cloud Computing merupakan teknologi yang memberikan layanan komputasi, termasuk ruang penyimpanan, database, networking, dan software melalui ruang digital. “Google Cloud merupakan salah satu teknologi yang dapat mendorong implementasi SPBE. Dengan sumber daya yang tersedia secara instan, praktik privasi dan keamanan yang ditinjau dengan standar internasional, serta biaya infrastruktur yang lebih bisa dijangkau oleh masyarakat,” tutup Eryan.

Acara selengkapnya dapat disaksikan kembali melalui kanal Youtube CfDS di tautan berikut: https://youtu.be/3lW0NjUR3hA.

Penulis: I Komang Restu Adi M. Surta

Tentang Center for Digital Society (CfDS) UGM

Center for Digital Society (CfDS) UGM adalah pusat studi yang berada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada. Melalui berbagai penelitian dan acara diskusi publik, CfDS menyediakan sarana edukasi kepada masyarakat mengenai dampak dari teknologi dalam berbagai aspek kehidupan, di antaranya aspek sosial, politik, dan ekonomi. Digital Expert Talk merupakan salah satu sesi talkshow interaktif CfDS UGM yang mengundang berbagai ahli praktisi, industri, pemerintah, akademisi terkemuka untuk membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka terkait isu-isu digital yang berhubungan dengan masyarakat saat ini.