[SIARAN PERS] Soft Skills Development in Preparing for Your Tech Careers | Difussion #80 with Progate

Oktober 18, 2022 8:03 pm || By

Sejalan dengan perkembangan teknologi yang turut mengubah perkembangan bisnis, berdampak pada adanya tuntutan kemampuan pekerja di bidang penguasaan berorientasi teknologi. Guna memenuhi permintaan pasar tersebut diperlukan adaptasi pengembangan skill. Isu pengembangan kemampuan ini oleh CfDS bersama Progate didiskusikan dalam Difussion #80 “Soft Skills Development in Preparing for Your Tech Careers”. Forum ini diselenggarakan pada Senin (10/10) dengan mengundang dua pembicara yaitu Norman Ganto selaku Country Manager Progate dan Iradad Wirid,  Secretary Executive CfDS UGM, yang dimoderatori oleh Ari Lathifah, Business Development Intern Prograte. Difussion #80 ini dapat ditonton pada kanal YouTube CfDS (https://www.youtube.com/watch?v=x1_pu26PkJY&t=4790s).

Menurut Ganto, soft-skills pada dasarnya merupakan keterampilan untuk menyesuaikan diri dalam lingkungan kerja. Cakupannya bukan hanya mengenai pekerjaan, namun juga pada penyesuaian kolega, budaya, lokasi dan lain sebagainya. Ganto menambahkan bahwa soft-skills juga adalah sikap, keluwesan, motivasi, dan budi pekerti yang dimiliki. Pada akhirnya hard-skills memang akan membuat seseorang mendapatkan pekerjaan namun soft-skills menjadi alasan bagi perusahaan untuk memutuskan promosi atau mempertahankan pegawai. Tiga strategi membangun soft-skills yang disampaikan oleh Ganto, yaitu pertama untuk mencari pengalaman lewat internship/magang, kedua aktif mengikuti organisasi yang bekerjasama dengan perusahaan atau orientasi eksternal, dan ketiga adalah upskilling lewat edukasi tambahan atau training bootcamp.

“Sebagai digital native, banyak orang yang tidak menyadari bagaimana powerful-nya internet. Jika masyarakat bisa memanfaatkan internet dengan lebih baik, banyak sekali hal yang bisa dilakukan seperti mengasah skill atau bahkan mencari penghasilan.” Imbuh Ganto.

Diskusi dilanjutkan oleh Iradat Wirid yang membahas mengenai serba-serbi soft-skills di industri digital, dan sekaligus memperkenalkan CfDS. Wirid mengatakan perlu adanya kesadaran untuk lebih melatih diri dengan perkembangan teknologi yang ada, karena di masa depan kehidupan akan semakin terintegrasi dengan digitalisasi. Siapapun perlu menambahkan kemampuan diri yang berhubungan dengan teknologi, tidak hanya orang-orang dengan studi teknologi. 

Kemudian Wirid menjabarkan fokus dari CfDS sebagai lembaga riset dimana terbagi menjadi tiga hal, yaitu pertama, Digital Society, Digital Governance, dan yang terakhir adalah Telecommunication and ICT. Meskipun CfDS merupakan pusat kajian dengan orientasi digital, akan tetapi tidak menutup bagi civitas akademik dari berbagai latar belakang untuk bergabung. “Perlu diketahui 90% yang bekerja di CfDS bukan dari jurusan IT. Jadi cara kita masuk ke industrinya itu banyak jalan, menyesuaikan dengan jurusan dan ketertarikan. Misalkan anak hukum bisa masuk ke legalnya, saya di jurusan politik bisa ambil di government relations. Nah multidisiplin ini yang sepertinya akan menjadi tren kedepan.” Papar Wirid

Sebagai penutup, Ganto mengatakan, “Kita semua punya waktu 24 jam. Kita bisa mengubah kebiasaan dari browsing Instagram jadi menonton video mengenai hal yang kita pelajari, makan siang bisa membaca sesuatu sambil makan. Ganti dengan hal-hal yang bersubstansi. Itu caranya bisa memasukan hal-hal kecil yang produktif untuk menjadi skill yang teman-teman gunakan di kemudian hari.”

Penulis: Anja Litani Ariella 
Editor: Firya Qurratu’ain Abisono